Tujuh Hari Raya Elohim YaHWeH Yaitu Sheva Moedim Dalam Kitab Torah

 


Di Sinai YaHWeH memberikan Torah. Dalam Torah, YaHWeH menetapkan Moedim (waktu-waktu yang tetap) atau hari-hari raya yang berjumlah tujuh (sheva moedim). Ketujuh perayaan tersebut adalah (Imamat 23:1-44) sbb:

1.         Pesakh (14 Nisan)

2.         Ha Matsah (15 Nisan)

3.         Sfirat ha Omer (menghitung omer setelah shabat moedim)

4.         Shavuot (hari kelimapuluh setelah menghitung omer)

5.         Yom Truah /Rosh ha Shanah (1 Tishri)

6.         Yom Kippur (10 Tishri)

7.         Sukkot (15-21 Tishri)

Rasul Paulus berkata dalam Kolose 2:15-16 sbb: “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Mesias”.

Ayat ini bukan larangan agar orang Kristen jangan melaksanakan perayaan yang ditetapkan oleh YaHWeH di Sinai, namun perihal larangan agar jemaat Mesias non Yahudi jangan membiarkan diri mereka dihakimi oleh beberapa kelompok mazhab Yahudi yang menekankan praktek legalistik dalam pelaksanaan Torah yang dipaksakan terhadap jemaat non Yahudi.

Sebagaimana DR. David Stern menjelaskan sbb: “Namun di sini nampaknya orang-orang non Yahudi yang di yahudisasi, seperti di Korintus yang meletakkan pada diri mereka dalam ketaatan kepada pelaksanaan Torah yang legalistik (1 Kor 9:20) harus membebaskan diri dari aturan-aturan dangkal (Rasul Paulus  memberikan contoh pada ayat 21) mengenai kapan dan bagaimana makan dan minum agar menjadikan... tawanan” [1]

Rasul Paulus menuliskan suratnya kepada jemaat Korintus, yaitu 1 Korintus 9:20-21 :

“Dan kepada orang-orang Yahudi, aku telah menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku dapat memenangi orang Yahudi.Kepada orang-orang yang ada di bawah torah, seperti di bawah torah, supaya aku dapat memenangi orang-orang yang berada di bawah torah.Kepada mereka yang tanpa torah, seperti tanpa torah, bukan menjadi tanpa torah kepada Elohim, melainkan di dalam torah kepada HaMashiakh, supaya aku dapat memenangi mereka yang tanpa torah”( 1 Korintus 9:20-21)

Pernyataan Rasul Paulus memberikan pemahaman bahwa perayaan yang ditetapkan YaHWeH di Sinai merupakan bayangan yang wujud nyatanya adalah Mesias. Barney Kasdan memberikan penjelasan mengenai relevansi Tujuh Hari Raya bagi kehidupan iman pengikut Mesias sbb: “Hari Raya YaHWeH atau Hari Raya Biblikal (Hari Raya Alkitabiah), mengajar kita mengenai sifat Tuhan dan rencana-Nya bagi umat manusia.

Singkatnya semua Hari Raya YaHWeH telah diberikan bagi Israel dan orang beriman yang ditempelkan (grafted in) untuk belajar dalam cara yang sederhana mengenai Tuhan dan rencananya bagi dunia[2]. Oleh karenanya kita harus memahami dengan seksama bagaimana Mesias menggenapi berbagai aspek dan unsur dalam Tujuh Hari Raya yang ditetapkan YaHWeH.

 

שבעה חגים של אלוהים יהוה

 

 


                  

Ketujuh hari raya tersebut memiliki tiga lapis makna, yaitu : Makna masa lalu (historis), makna masa kini (reflektif) dan makna masa yang akan datang (profetis).

1.PESAKH (Passover/Paskah) : Menunjuk pada peringatan terluputnya nenek moyang Yishrael dari tulah YaHWeH melalui olesan darah di tiap palang pintu orang Yishrael. (Dalam Perjanjian Baru, PESAKH menunjuk pada pengorbanan Mesias di kayu salib. Yeshua adalah Anak Domba Elohim yang disembelih yaitu mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita).

2. HA MATSAH-Feast of Unleavened Bread : Menunjuk perayaan dimana nenek moyang Yishrael makan roti tidak beragi selama perjalanan menuju Laut Teberau (Dalam Perjanjian Baru menunjuk kepada kehidupan Yeshua yang tanpa dosa,noda dan cela).

3.SFIRAT HA OMER -Feast of First Fruits : Menunjuk hari raya panen Bangsa Yishrael setelah memasuki tanah Kanaan. Tiap jatuh panen mempersembahkan buah sulung panen (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada kebangkitan Yeshua dari maut. Yeshua adalah yang sulung yang pertama bangkit dari antara orang mati, yaitu orang yang pertama dalam sejarah di planet bumi yang lahir,hidup,mati dan bangkit dan tidak pernah mati lagi.Tidak pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya).

4.SHAVUOT (Pentakosta)-Feast of Weeks : Menunjuk perayaan panen hari kelima puluh setelah menghitung buah sulung. Dalam tradisi Yahudi dihubungkan pula dengan turunnya Torah di Sinai (Dalam Perjanjian Baru menunjuk peristiwa pencurahan Roh Kudus. Janji Tuhan Yeshua kepada murid-murid-Nya digenapi,yaitu Roh Kudus dicurahkan.Dan Tuhan YESHUA membaptis murid-murid-Nya dengan Roh Kudus dan api ).

5.YOM TRUAH-Feast of Trumpets: Menunjuk pada peniupan shofar sebagai penanda tahun baru sipil dan juga peringatan penghakiman YaHWeH (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada kedatangan Mesias yang kedua kalinya bersama dengan orang kudus-Nya.Seluruh dunia akan mendengarkan suara trompet.Israel akan mendengarkan suara trompet).

6.YOM KIPPUR-The Day Of Atonement:  Menunjuk pada pendamaian dosa-dosa kolektif Bangsa Yishrael terhadap YaHWeH dengan penyembelihan hewan setahun sekali (Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada karya Yeshua sebagai korban penebusan dan pendamaian yang sempurna dan sejati. Dan juga merupakan hari ketika Israel melihat Yeshua yang mereka tikam,mereka akan meratap,menangis dan bertobat (Bdk. Zakharia 12:1-14))

7. SUKKOT-Feast of Tabernacle :  Menunjuk pada puncak perayaan dari tujuh hari raya. Sukkot merupakan peringatan atas penyertaan YaHWeH di padang gurun. YaHWeH hadir di tengah-tengah Yishrael melalui MISHKAN (Kemah Suci) di mana SHEKINAH YaHWeH berada di dalamnya. Bangsa Yishrael tinggal di pondok-pondok kayu sambil merayakan panen buah-buahan. (Dalam Perjanjian Baru menunjuk hari kelahiran Mashiakh Yeshua datang menjadi manusia, dan berkemah diantara kita (Bdk.Yohanes 1:14). Dan juga makna untuk masa yang akan datang yaitu : Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada saat mana “Kerajaan Seribu Tahun Damai” (Millenial Kingdom) dan juga “Langit Baru dan Bumi Baru” di mana YaHWeH, Elohim memerintah bersama Sang Mesias Yeshua.

 

Dengan merayakan tujuh hari raya YaHWeH tersebut kita menghayati karya YaHWeH di dalam Mesias Yeshua dalam dinamika sejarah hidup Bangsa Yishrael. Serentak dalam konteks kekinian, kita bersama-sama berefleksi atas karya YaHWeH di dalam Mesias Yeshua, dalam kehidupan  spiritual dan moral kita sebagai orang beriman. Sementara secara profetis, kita menantikan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang yang menunjukkan tindakan YaHWeH di dalam Mesias Yeshua yang melakukan intervensi dan perubahan dalam sejarah kehidupan manusia.

 

HaKadosh Baruch Hu

Hallelu-Yah!
Amen

 

Daftar Pustaka :

________________________________________

[1] Jewish New Testament Commentary, Clarksville: JNTP 1992, P.610

 

[2] God’s Appointed Times: A Practical Guide for Understanding and Celebrating the Biblical Holidays, Lederer Books 1993, p.vi

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Elohim Kita Adalah Elohim Tritunggal | Our God Is Three In One

Rahasia Jubah Doa Ibrani ( Tallit )