Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2022

“SHABBAT TANDA PERJANJIAN TUHAN BAGI UMAT-NYA”

Gambar
  "Jadi, masih ditinggalkan suatu Sabat perhentian bagi umat Elohim.Sebab, siapa yang masuk kedalam perhentian-Nya, maka dia telah berhenti dari pekerjaan-pekerjaannya, sama seperti Elohim dari pekerjaan-pekerjaan-Nya.Oleh karena itu, biarlah kita bergegas untuk masuk kedalam perhentian itu, supaya jangan ada seorang pun yang jatuh ke dalam contoh yang sama dari ketidaktaatan" ( Ibrani 4:9-11)   Dalam Imamat 23, YaHWeH, Elohim menetapkan 8 hari raya untuk dirayakan oleh umatNya.   Yang pertama ditetapkan adalah hari raya mingguan yang disebut Shabbat, kemudian 7 hari raya yang dirayakan setiap tahun sekali, yaitu Pesakh, Roti Tak Beragi, Buah Sulung, Shavuot(Pentakosta), Yom Truah/Rosh Hashana (Sangkakala), Yom Kippur (Pendamaian) dan Sukkot (Pondok Daun/Tabernakel). Dalam konteks alkitabiah, Shabbat dirayakan untuk mengingatkan bahwa Tuhan berhenti pada hari ketujuh dalam minggu penciptaan alam semesta; dan juga untuk mengingatkan penebusan Israel dari perbudak...