Hari Sabat, Hari Kudus-Nya Tuhan Dan Perhentian Bagi Umat Elohim,Bukan Hari Minggu (Sunday)
"Jadi, masih ditinggalkan suatu Sabat perhentian bagi umat Elohim.Sebab, siapa yang masuk kedalam perhentian-Nya, maka dia telah berhenti dari pekerjaan-pekerjaannya, sama seperti Elohim dari pekerjaan-pekerjaan-Nya.Oleh karena itu, biarlah kita bergegas untuk masuk kedalam perhentian itu, supaya jangan ada seorang pun yang jatuh ke dalam contoh yang sama dari ketidaktaatan" ( Ibrani 4:9-11)
Sejarah Perubahan Mengapa Perhentian
Hari Sabat Diubah Menjadi Hari Minggu ?
Pada tahun 312, Ketika Kaisar Roma Constantine menjadi
‘Kristen’, pada tanggal 7 Maret 321 dia menetapkan
bahwa hari Minggu adalah hari istirahat, toko-toko harus tutup kecuali petani
dipedesaan. Dia menyembah semua dewa-dewa – khususnya Appolo dewa
matahari. Dia memilki nama Pontifex Maximus yang
adalah titel dari imam besar kafir.
Untuk yang tidak tahu
sejarah Gereja, khususnya dalam hal perintah mengingat menguduskan hari Sabat
(perintah keempat dari 10 perintah Elohim), mari kita baca dahulu komentar
beberapa pemimpin rohaniwan tentang hari Sabat, agar Anda mengerti lebih baik
alasan perubahan hari Sabat (Saptu) menjadi hari Minggu.
Apa kata mereka
tentang hari Sabat ?
James Cardinal Gibbons, Pemimpin Bishop Katolik
Baltimore setuju bahwa perpindahan ke hari Minggu tidak didasari Alkitab, tetap
pekerjaan Gereja Katolik sendiri. dalam bukunya, “Kamu boleh baca Alkitab dari Kejadian
ke kitab Wahyu, dan kamu tidak akan menemukan sebuah kalimat memerintahkan
pengudusan hari Minggu. Ayat-ayat memerintahkan ibadah agama hari Saptu, hari
dimana kita tidak pernah menguduskannya.” (“The
Faith of Our Fathers, tahun 1876”)
Richard Bauckham,
professor Perjanjian Baru pada University of St. Andrews, Scotlandia ,”Hari ketujuh adalah hari Saptu. Tidak ada hari lainnya
dipanggil hari Sabat di dalam Perjanjian Lama dan Baru.”
Jan Marcussen,
seorang pendeta Advent Hari Ketujuh dari Thompsonville, Illinois pada tahun
2001 menawarkan 1 juta USD kepada
siapa yang bisa membuktikan dengan jelas secara Alkitabiah bahwa hari pertama
adalah hari Sabat. “Memelihara hari
Minggu sebagai hari Sabat adalah tipuan terbesar yang Dunia pernah melihat,” ia berkata. Bukunya tentang masalah Sabat ke
menjadi Minggu bisa dibaca on-line: National Sunday Law
John Pinkston,
presiden dan pendiri the Congregation of God Seventh Day dalam komentarnya tentang perkataan Yohanes di
pulau Patmos ,”Pada hari
Yahweh aku dikuasai oleh Roh… (Wah 1:10) Itu tidak berbicara apapun tentang hari Minggu. Itu
berbicara tentang “hari Yahweh yang dimaksud dalam Perjanjian Lama. Baca Mark 2:28; Yes 58:13)
Ini beberapa alasan mengapa menguduskan hari Sabat (hari
ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama) :
Dr. Samuele Bacchiocchi seorang pensiunan
professor theology pada Andrews University di Michigan, Gelar doktornya di
dalam Sejarah Gereja didapat dari Roma. Ia memberikan dua faktor alasan:
- Anti Judaism telah menyebabkan
ditinggalkannya hari Sabat
- Penyembahan kafir dewa matahari (SUN
god) telah mempengaruhi pengadopsian hari Minggu. Penggambilan 25 Desember untuk perayaan Natal adalah mungkin contoh
yang paling explicit dari pengaruh penyembahan matahari pada kalender
liturgy Kristen. It adalah sebuah fakta yang diketahui bahwa pesta
kafir the Dies Natalis Solis
Invicti – kelahiran dari Matahari Yangtakterkalahkan (the
Invincible Sun) telah dirayakan pada tanggal itu.
Paus Sylvester I (314-337): ”Jika setiap hari Minggu
adalah untuk dirayakan secara gembira oleh para Kristen mengenang kebangkitan
(-Nya), karenanya setiap hari Sabat mengenang penguburan (-Nya) adalah bagi
kotoran-manusia (kebencian yang dalam atau kutukan) orang-orang Yahudi.”
Tahun 363, pada Sidang
Laodikia, Gereja Roma – Gereja Roma Katolik sekarang –
menyatakan, ”Orang-orang Kristen harus tidak judaize dengan beristirahat pada hari
Sabat, tetapi harus kerja pada hari itu, sebagai ganti hormati Hari YaHWeH
[hari Minggu],… Tetapi jika seseorang ditemukan ada sebagai Judaizers, mereka
akan ada dikeluarkan dari Kristus.”
Tahun 380, Penguasa
Theodosius membuat Kristen Katolik pemelihara hari Minggu menjadi
agama resmi di daerah kekuasaannya,
9 Febuari 1893. Kansas
City Catholic menulis: “Gereja Katolik oleh otoritasnya
sendiri yang tidak ada salah telah menciptakan hari Minggu sebuah hari libur
untuk mengambil tempat hari Sabat dari hukum yang lama.”
Tahun 1998, Paus
Yohanes II pada suratnya Dies Domini kepada para bishop dan umat
Katolik: Hari Minggu dipanggil hari kebangkitan Massiakh.
Dengan
mempelajari penglihatan Daniel di atas, baca dari 7:19-25, terjadi pada tahun
pertama pemerintahan raja Belsyazar (anak Nebukadnezar), sekitar pertengahan
abad 6 dan 5 DC, terlihat bahwa “binatang” ini memang telah dinubuatkan
(sedikitnya 800 tahun sebelumnya) bahwa, Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang
Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang
Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan
mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan
setengah masa. (Dan 7:25).
Berdasarkan
nubuatan Daniel ini kita tahu bahwa penyebab Gereja Roma Katolik merubah waktu
dan hukum menguduskan hari Sabat menjadi hari Minggu BUKANLAH sekedar anti
Judaism (kepercayaan umat Israel), namun lebih lagi membenci semua
umat-NYA dan yang paling utama ialah berontak menentang Elohim,
YaHWeH.
Demikianlah
sejarahnya mengapa Hari Sabat diganti menjadi hari Minggu oleh Gereja Roma
Katolik, dan juga yang masih diikuti oleh gereja protestan sampai saat ini.
Karena gereja protestan adalah pecahan dari gereja Roma Katolik, yang masih
memelihara warisan dari ibunya (Gereja Roma Katolik ) yaitu pemeliharaan hari
Minggu (Hari I).
Mazmur Nyanyian Untuk Hari Sabat ( Mazmur 92 )
Adalah baik untuk
bersyukur kepada YaHWeH, dan untuk bermazmur bagi Nama-Mu, ya Yang Maha Tinggi;
untuk memberitakan kasih setia-Mu pada pagi hari; dan kesetiaan-Mu pada malam
hari, pada nada alat musik sepuluh tali, dan pada nada kecapi, pada nada musik
yang mengalun dengan harpa. Sebab Engkau telah menyukakan aku, ya YaHWeH,
dengan perbuatan-Mu, aku mau bersorak-sorai dalam perbuatan tangan-Mu. Ya,
YaHWeH, betapa besar perbuatan-Mu, betapa dalam rancangan-Mu! Orang bebal tidak
mengetahuinya; orang yang bodoh tidak memahaminya.Ketika bertunas, orang fasik
seperti rumput, dan semua penjahat merajalela; tiba saatnya mereka dimusnahkan
sampai selama-lamanya.Namun Engkau, ya YaHWeH,ada di ketinggian untuk
selamanya.Sebab lihatlah, musuh-musuh-Mu, ya YaHWeH, karena lihatlah
musuh-musuh-Mu akan binasa, semua penjahat akan dicerai-beraikan. Namun Engkau
akan meninggikan tandukku seperti banteng;dan aku diurapi dengan minyak yang
segar.Dan mataku akan memandang musuh-musuhku; telingaku akan mendengar para
penjahat yang bangkit melawan aku.Orang benar akan bertumbuh subur seperti
pohon kurma; dia akan bertumbuh seperti pohon aras di Libanon.Mereka akan
ditanam di dalam bait YaHWeH; di pelataran Elohim kita, mereka akan tumbuh
dengan subur. Mereka akan tetap berbuah pada hari tua; mereka akan gemuk dan
segar. Untuk menyatakan bahwa YaHWeH itu benar, batu cadasku! Dan di dalam Dia
tidak ada ketidakadilan.
Lagu Pujian :
HARI SHABBAT HARI TUHAN
Hari Shabbat, hari yang
mulia
Itu hari Tuhanku
Tuhan Yeshua datang
bawa berkat
Hari Shabbat yang
kudus
Reff
: Hari Shabbat
Hari
Tuhan
Hari
suci dan kudus
Tuhan
Yeshua datang bawa berkat
Hari
Shabbat yang kudus
Hari Shabbat, hari
perhentian
Itu perintah-Nya Tuhan
Tuhan Yeshua, Tuhan
hari Shabbat
Hari Shabbat yang
kudus
Doa untuk menyalakan lilin Shabbat :
“Barukh atah YaHWeH Eloheinu, Hu Melech ha’Olam asher kidshanu
b’mitzvotav uv’dahm Y’shua Ha Moshiach v’tsivanu, I’hadleek naer shel Shabbat
kodesh. B'shem Adonai Yeshua HaMashiakh.Amen”
“Diberkatilah Engkau YaHWeH, Elohim kami, Raja semesta alam yang
telah menguduskan kami dengan perintah-perintah-Nya dan di dalam darah Yeshua
HaMashiakh dan yang memerintahkan kami
menyalakan lilin Shabbat yang suci.Di dalam Nama Tuhan Yeshua HaMashiakh,Amen ”
Catatan :
Yom Shabat (HaShabbat) dalam kalender
Ibrani ( Jewish calendar) adalah hari ke 7 ( tujuh) yaitu : Hari Sabtu
Yom Rishon dalam kalender Ibrani (
Jewish calendar) adalah hari 1 (pertama) yaitu : Hari Minggu
Shabbat Shalom
chaverim.
HaKadosh Baruch Hu
Hallelu-Yah !
Amen
Komentar
Posting Komentar