Kelahiran YESHUA HaMashiakh Pada Hari Raya Pondok Daun (Sukkot) : Asumsi Atau Fakta?
Perayaan ini menunjuk pada puncak perayaan dari tujuh hari raya. Sukkot merupakan peringatan atas penyertaan YaHWeH di padang gurun. YaHWeH hadir di tengah-tengah Yishrael melalui MISHKAN (Kemah Suci) di mana SHEKINAH YaHWeH berada di dalamnya. Bangsa Yishrael tinggal di pondok-pondok kayu sambil merayakan panen buah-buahan. Dalam Perjanjian Baru menunjuk pada saat mana “Kerajaan Seribu Tahun Damai” dan juga “Langit Baru dan Bumi Baru” di mana YaHWeH memerintah bersama Yeshua Sang Mesias.
Membaca
perintah dalam Imamat 23:34-44 kita mendapatkan beberapa ciri dan karakter
Perayaan Pondok Daun yaitu: (1) Pertemuan ibadah (2) Korban (3) Membangun
pondok-pondok daun dan ranting (4) Pengumpulan buah-buahan (5) Tinggal dalam
pondok-pondok (6) Sukacita dan nyanyi-nyanyian.
Barney
Kasdan dalam bukunya berjudul God’s Appointed Times: A Practical Guide for
Understanding and Celebrating the Biblical Holidays memberikan beberapa
penjelasan mengenai Sukkot sehingga membantu bagi kita untuk menghayati makna
yang terkandung di dalamnya. Nama lain yang diberikan untuk Perayaan Sukkot
adalah Zman Shimkhatenu(Waktu Sukacita), mengapa? Secara historis, Sukkot bagi
orang Yahudi menunjuk dua hal yaitu pesta panen buah-buahan sebagaimana
digambarkan dalam Imamat 23 dan yang kedua sebagai tanda peringatan bahwa YaHWeH
berkemah bersama leluhur Yisrael di padang gurun selama empat puluh tahun. YaHWeH
hadir di Kemah Suci (Mishkan) dan suku-suku Yisrael tinggal dalam kemah-kemah.
Rumah
tangga-rumah tangga Yahudi tradisional biasanya merayakan Sukkot dengan
membangun pondok kayu di depan rumah mereka. Kegiatan ini menjadi suatu
kegiatan yang menarik bagi masing-masing keluarga khususnya anak-anak. Mereka
bisa berpartisipasi dengan menghias pondok-pondok kayu tersebut dengan gambar,
ayat-ayat firman, dll. Pondok kayu yang dibuatpun semi permanen dengan atap
yang terbuat dari daun-daun atau ranting-ranting kering. Pada permulaan Sukkot
yang jatuh pada Tgl 15 Tishri (dimulai Tgl 14 Tishri pukul 18.00) maka
masing-masing keluarga akan membuka dengan makan bersama di rumah. Ada
penyalaan lilin hari raya. Ada makan roti dan anggur. Ada pengucapan Kiddush
yaitu birkat untuk anggur dan roti dan diiringi nyanyian hari raya [2].
YaHWeH
bersabda perihal makna dan tema besar Sukkot sbb: “Di dalam pondok-pondok daun
kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah
tinggal di dalam pondok-pondok daun, supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa
Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun
mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah YaHWeH, Tuhanmu." (Im
23:42-43).
Frasa “Aku telah menyuruh
orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok” dalam bahasa Ibrani. (besukot
hosavti et beney Yishrael).
Sukkot adalah pesta panen sekaligus peringatan penyertaan YaHWeH di padang
gurun dalam kemah-kemah Israel serta kehadiran YaHWeH di Kemah Suci-Nya.
Apakah
bukti-bukti yang menguatkan bahwa Yeshua lahir saat perayaan Pondok Daun?
Pertama, ada satu fakta yang menarik untuk dicermati mengenai kata “kain
lampin” dan “palungan”. Lukas 2:6-7 mengatakan, “Ketika mereka di situ tibalah
waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki,
anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di
dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan”.
Kain
lampin merupakan kain yang dipergunakan sebagai sumbu untuk menyalakan lentera
dengan 16 kath minyak ditempat kaum wanita selama perayaan Sukot. Adapun kata
“palungan”, dalam bahasa Yunaninya phatne. Kata ini juga dipergunakan untuk
menerjemahkan kata “kandang” dalam Lukas 13:15. Kata Yunani phatne, dalam
bahasa Ibraninya adalah marbek. Dalam Kejadian 33:17, diceritakan mengenai
Yakub yang melakukan perjalanan untuk merayakan Sukkot dan membuat kandang
untuk kudanya.
Ada
tiga hari raya tahunan yang harus dilaksanakan dengan berpusat di Yerusalem,
yaitu Pesakh, Shavuot dan Sukkot (Ulangan 16:16-17). Pada masa-masa perayaan
seperti itu, kota Yerusalem dan sekelilingnya, termasuk Betlehem yang hanya
beberapa kilometer dari Yerusalem, disesaki oleh jemaah-jemaah yang datang dari
pelosok negeri dan penjuru dunia (bd. Kis 2:1-11). Diperkirakan pada masa-masa
perayaan seperti itu, ada sekitar satu juta umat yang berkumpul di Yerusalem. Mereka
yang diluar Yerusalem harus pulang dan melaksanakan perjalanan dengan
mengendarai kendaraan berkuda. Tidak heran jika Maria dan Yosef saat mudik
tidak kebagian tempat menginap sehingga harus menginap dan bersalin di tempat
penambatan kuda. Ini menjelaskan mengapa pemilik penginapan yang dijumpai Yusuf
dan Maria kehabisan kamar karena saat itu berbarengan dengan masa perayaan
Sukkot (dan ditambah lagi dengan adanya sensus penduduk).
Kedua,
Ketika malaikat menampakkan diri di hadapan gembala-gembala, mereka mengucapkan
perkataan yang sangat mirip dengan liturgi kuno hari raya Sukkot: "...aku
memberitakan kepadamu kesukaan besar" (Luk 2:10).
Dalam
Yohanes 1 ayat 14 dikatakan, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di
antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang
diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran”. Sepintas ayat ini hanya memberikan informasi kepada kita mengenai
hakikat Mesias sebagai Sang Firman YaHWeH yang menjadi manusia. Dan ayat ini
menjadi kredo dasar atau pengakuan akan Keilahian Mesias sebagai Sang Firman YaHWeH.
Namun mari kita perhatikan satu kata dalam ayat 14 yaitu kata yang
diterjemahkan dengan “diam”. Kata Yunani eskenosen dari kata kerja skenoo yang
artinya “membentangkan kemah”. Kata ini diterjemahkan dalam Hebrew New
Testament, yaitu terjemahan dalam bahasa Ibrani modern untuk komunitas Yahudi,
dengan kata yishkon dari kata shakan yang artinya “kemah”. Kata “Pondok Daun”
dalam Imamat 23:42 dalam bahasa Ibrani disebut dengan sukkot dan oleh
Septuaginta, terjemahan TaNaKh dalam bahasa Yunani pada Abad III Sm,
diterjemahkan dengan skenais dari kata skenoo.
Ketiga, berdasarkan kajian kata dan bahasa di atas, maka Yohanes 1:14 dapat dibaca, “Firman itu telah menjadi manusia, dan berkemah di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.
Apa arti penting kata
“berkemah” pada ayat 14? Yohanes hendak memberikan pesan tersembunyi bahwa
Yeshua Sang Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan sukkot atau eorte
skenon. Kata Yunani skenoo yang dipakai
disini menurut Strong's Concordance mempunyai arti: 1) to fix one's tabernacle,
have one's tabernacle, abide (or live) in a tabernacle (or tent), tabernacle 2)
to dwell.
Data
ini diperkuat bahwa pada hari kedelapan, Yeshua di sunat di Bait Suci. Tradisi
penyunatan tidak harus jatuh pada saat Shemini Atseret (hari kedelapan Sukkot)
namun Lukas 2:21 pasti terkait Shemini Atseret, jika memang benar terbukti
bahwa Mesias lahir pada saat orang Yahudi merayakan Sukkot. Hal ini senada
dengan kesaksian dalam Lukas 2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat,
yaitu Mesias, Junjungan Agung, di kota Daud. Kapan persisnya yang dimaksud hari
ini? Apakah pernyataan ini hanya merupakan pernyataan konotatif atau justru
bersifat historis? Peristiwa yang benar-benar pernah terjadi? Perkataan hari
ini bukan ungkapan konotatif melainkaan bersifat historis. Kata “hari ini”
menunjuk pada konteks ruang dan waktu bahwa Mesias sebagai tanda keselamatan
bagi dunia telah lahir, yaitu pada bulan Tishri saat orang-orang Yahudi (umat
Israel) merayakan Sukkot.
Keempat,
dengan menentukan kapan Elizabet mengandung maka akan diperoleh waktu kapan
Maria mengandung karena dikatakan dalam Lukas 1;36 sbb, “Dan sesungguhnya,
Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada
hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu”.
Untuk dapat mengetahui waktu kelahiran Mesias, kita dapat melihat kapan Yohanes
Pembaptis anak Elisabet lahir. Adapun kronologinya sbb:[3]
Zakharia,
ayah Yohanes adalah imam Lewi dari rombongan Abia (Luk 1:35). Sebagaimana kita
ketahui bahwa Abia adalah nama rombongan ke-8 dari ke-24 rombongan para imam
yang bertugas di Bait Suci sejak zaman Daud (1 Taw 24:1-3, 7-19).
Berdasarkan petunjuk Lukas 1:23-24, Elisabet mengandung beberapa waktu setelah Zakharia menyelesaikan tugas keimamamnya. Berarti sekitar sabat ke-3 atau sabat ke-4 bulan Siwan, Elissabet mengandung.
Elisabeth
mengandung normal selama 9,5 bulan sebagaimana layaknya wanita yang mengandung.
Maka jika kita menghitung 9,5 semenjak bulan Siwan (Mei-Juni), maka kelahiran
Yohanes akan jatuh pada bulan Nisan awal. Yeshua pernah berkata bahwa Yohanes
adalah Elia yang akan datang (Mat 17:10-13) dan setiap perayaan Pesakh di bulan
Nisan, ada jamuan Seder dimana ada 5 cawan dan 1 dari 5 cawan, adalah khusus
bagi Elia yang akan datang.
Menurut
laporan Lukas 1:24-27, 36, Maria mengalami penampakan malaikat Gabriel yang
mewartakan lahir-Nya Mesias melalui rahimnya. Dan peristiwa itu terjadi pada
bulan keenam setelah mengandungnya Elisabeth pada bulan Siwan (Mei-Juni). Jika
kita tambahkan angka 6 sejak bulan Siwan, maka akan jatuh pada bulan Kislew
(Nov-Des). Berarti saat Maria mengandung Yesus, peristiwa itu jatuh dibulan
Desember awal. Dan jika kita menghitung dari bulan Kislew (Nov-Des) selama 9,5
bulan sampai tiba saatnya Maria melahirkan, maka akan jatuh pada bulan Tishri
(Sept-Okt). Sebagaimana kita ketahui bahwa bulan Tishri sejak tgl 15-21 adalah
saat orang-orang Yahudi merayakan puncak Moedim (Hari Raya), yaitu SUKKOT atau
Pondok Daun. Dengan demikian kelahiran
Mesias jatuh pada bulan September akhir atau Oktober awal bertepatan dengan
perayaan Sukkot.
(Dari
mana kita tahu bahwa Bait Suci kedua juga dihancurkan pada 9 Av? Kita telah
belajar dalam Boraitha: "Sebuah
peristiwa bahagia dilekatkan pada hari di mana acara bahagia tersebut terjadi, sementara suatu bencana dilekatkan
pada bencana lain terjadi, dan dikatakan
bahwa ketika Bait Suci pertama dihancurkan
pada malam sebelum 9 Av, yang juga malam pada penutupan hari Sabat dan
juga penutupan tahun Sabat. Saksi pada waktu itu adalah Jehoyoreb, dan
orang-orang Lewi yang sedang menyanyikan di tempat yang tepat, pada mereka
membaca bagian ini (Mzm 94: 23]: “Ia
akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka
Ia akan membinasakan mereka; YaHWeH Tuhan kita, akan membinasakan mereka”,
sebelum musuh masuk dan menguasai Bait Suci. Hal ini terjadi juga pada penghancuran Bait Suci
kedua.)
Mengenai
Tanggal 9 Av dalam kutipan di atas kelak dirayakan oleh orang Yahudi sampai
hari ini sebagai perayaan Tisha ba Av yaitu peringatan penghancuran Bait Suci
pada tahun 586 SM dan 70 Ms sebagaimana keterangan berikut:
“Tisha
B'Av, the Feast of the Ninth of Av, is a day of mourning to commemorate the
many tragedies that have befallen the Jewish people, many of which coincidentally
have occurred on the ninth of Av. Tisha B'Av means "the ninth (day) of
Av." It usually occurs during August. Tisha B'Av primarily commemorates
the destruction of the first and second Temples, both of which were destroyed
on the ninth of Av (the first by the Babylonians in 586 B.C.E.; the second by
the Romans in 70 C.E.)”[5]
(Tisha
Ba Ab adalah perayaan hari kesembilan pada bulan Av yaitu suatu hari
perkabungan untuk memperingati banyaknya tragedi yang dialami oleh orang-orang
Yahudi dan yang secara berkebetulan semua itu terjadi pada bulan Av. Tisha Ba
Av bermakna “hari kesembilan bulan Av”. Biasanya jatuh pada bulan Agustus.
Tisha Ba Ab utamanya memperingati penghancuran Bait Suci pertama dan kedua yang
kesemuanya terjadi pada tanggal 9 Av (yang pertama oleh Babilonia pada tahun
586 SM dan kedua oleh orang-orang Romawi tahun 70 Ms).
Tertulisnya
nama Yoyarib dalam frasa “The watch at the time was that of Jehoyoreb, and the
Levites were chanting in their proper places, at that moment reciting the
passage [Psalms, xciv. 23]” belum bisa kita simpulkan begitu saja sebagai
rombongan Yoyarib. Mengapa? Pertama, Nama Yoyarib bisa menunjuk pada nama
perseorangan dari kelompok imam-imam (Lewi) dan bukan nama sebuah rombongan.
Dalam kasus Zakaria, sangat jelas dihubungkan dengan nama rombongannya
sebagaimana disaksikan dalam Lukas 1:5 sbb, “Pada zaman Herodes, raja Yudea,
adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga
berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet”. Kedua, Yoyarib sebagai nama
personal yang dituliskan dalam Kitab Tawarik adalah di zaman pemerintahan Daud
dan Salomo sekitar tahun 900 SM. Ketiga, Ketidakpastian dari daftar parasha
yang dibaca saat terjadi peristiwa kehancuran pada tanggal 9 Av. Parasha
artinya daftar bacaan tahunan dari Kitab Kejadian sampai Ulangan. Pembacaan
dilaksanakan setiap jatuh Sabat pembacaan dibagi dalam 54 bagian.
Berikut
saya kutipkan penjelasannya: “Parasha : a Hebrew word meaning
"section". Jews read a section of the five books of Moses every
shabath of the year. This is a practice that dates back thousands of years.
Tradition is that Jews study the section of the week during that week. Every
week , all over the world , people go to classes on the parasha of the week.
The whole 5 books of Moses is divided into 54 sections”[6]
(Parasha:
Kata Ibrani yang bermakna ‘bagian’. Orang-orang Yahudi membaca bagian dari lima
Kitab Musa setiap Sabat sepanjang tahun. Ini adalah sesuatu yang sudah
dilaksanakan beribu-ribu tahun lamanya. Berdasarkan tradisi ini orang Yahudi
belajar setiap bagian dalam satu minggu sepanjang minggu itu. Setiap minggu di
seluruh dunia, umat pergi menuju pembagian parasha mingguan. Keseluruhan lima
Kitab Musa terdiri dari 54 bagian).
Yang
menarik, bulan Av (Agustus) pembacaan jatuh pada Kitab Ulangan (Devarim). Dan
dalam daftar Parasha ada pembacaan Haftarah yaitu bagian yang berkaitan dengan
Torah dan peristiwa di dalamnya. Dalam susunan Haftara, tidak memasukkan bacaan
Kitab Mazmur sebagaimana laporan link yang Anda rujuk dari Talmud dimana saat
terjadi penghancuran, sedang jatuh pembacaan mazmur 94:23.. Anda bisa melihat
link di bawah ini dari Parshah-Torah-Haftarah[7].
Adalah
tidak masuk akal menempatkan waktu pelaksanaan pekerjaan para imam di luar
bulan Nisan mengingat bulan Nisan adalah awal perayaan Pesakh dan berakhir pada
bulan Tishri saat orang Yahudi merayakan Sukkot. Bagaimana mungkin memulai
sebuah pelayanan keimamatan bukan pada
saat awal perayaan melainkan ditengah-tengah (yaitu bulan Av)?
Dari
uraian di atas kita mendapatkan kejelasan bagaiamana masing-masing hari raya
memiliki signifikasi dengan karya Mesias khususnya perayaan Pondok Daun atau
Sukkot dengan kelahiran dan kedatangan Mesias yang kedua kali. Namun demikian,
sekalipun kita telah berhasil membuktikan bahwa Mesias lahir pada bulan Tishri
saat jatuh perayaan Sukot, mengapa para rasul tidak menginformasikannya pada
kita?
Nampaknya
jawaban paling baik adalah mengingat budaya Yahudi sendiri yang tidak
memperbolehkan merayakan hari kelahirannya sebagaimana catatan Yosephus
sejarawan Yahudi sbb, “Nay, indeed, the law does not permit us to make
festivals at the birth of our children, and thereby afford occasion of drinking
to excess”[8]
(Sebenarnya
hukum melarang kami untuk membuat perayaan kelahiran anak-anak kami sehingga
memberikan kesempatan untuk bermabukan secara berlebihan).
Dengan
meletakkan kelahiran Yeshua Sang Mesias pada kedudukan yang tepat dari ketujuh
hari raya yang ditetapkan YaHWeH di Sinai, maka kita dapat melihat program dan
rencana keselamatan Tuhan bagi dunia dan manusia melalui sistem hari raya yang
memberikan simbolisasi karya Mesias yang akan dan telah datang serta akan
datang kembali.
Dengan
merayakan ketujuh hari raya YaHWeH yang memiliki signifikasi terhadap Yeshua
Sang Mesias khususnya Sukkot atau Pondok Daun, maka kita telah memelihara dan
melanjutkan salah satu dari empat pilar ibadah Perjanjian Baru (Tefilah – Sabat
– Rosh Qodesh – Moedim) yaitu pilar ibadah Yeshua dan para rasulnya ke dalam
konteks modern yang telah kehilangan akar dan orientasi darimana Injil berasal.
--------------------
[1]
Tujuh Hari Raya YHWH Sebagai Bayangan Karya Mesias (http://teguhhindarto.blogspot.com/2011/04/tujuh-hari-raya-yhwh-sheva-moedim.html
[2]
God’s Appointed Times: A Practical Guide for Understanding and Celebrating the
Biblical Holidays, Lederer Books 1993, p. 91-104
[3]
Christmass: Was Jesus Really Born on December 25?, dikutip dari situs
www.hebrew4christian.com/christmass.html
[3]
Buletin Nafiri Yahshua Vol 31/2006
[5]
http://www.jewfaq.org/holidayd.htm
[6]
http://www.613.org/par-exp.html
Sumber
: Disadur dari Web Blog : Teguh Hindarto, M.Th
Link
:
https://pijarpemikiran.blogspot.com/2012/01/signifikasi-perayaan-sukkot-dengan.html
HaKadosh Baruch Hu
The Holy One Blessed be He
Hallelu-Yah !
Amen
Komentar
Posting Komentar