Penglihatan Yang Membahagiakan, Nama-Nya Ada Pada Dahi
"Dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya ada pada dahi
mereka”
( Why 22:4)
Ini merupakan harapan tertinggi tentang shamayim (sorga).
Ini menggambarkan apa yang disebut teolog sebagai “penglihatan yang
membahagiakan”. Penglihatan yang membahagiakan merupakan suatu pemandangan yang
menimbulkan kegembiraan mendalam. Ini merupakan berkat dan kebahagiaan untuk
setiap orang yang diciptakan. Kehampaan yang menghantui jiwa manusia akhirnya
terisi.
“ Mereka akan melihat wajah-Nya”. Tidak ada
lagi masalah yang lebih sulit menghampiri kehidupan iman selain dipanggil untuk
melayani dan beribadah pada Elohim yang sama sekali tidak terlihat. Peribahasa
“ jauh dimata, jauh dihati” tidak terasa lagi artinya kalau berbicara tentang
kasih sayang. Kita akan memandikan mata kita dalam kemegahan
kemuliaan-Nya.Kita menginginkan Dia untuk mengangkat cahaya wajah-Nya kepada
kita. Kita merindukan Dia untuk mengerahkan wajah-Nya untuk bersinar terhadap
kita.
Dalam Perjanjian Lama (Kitab Tanakh) kita
punya catatan tentang apa yang disebut teofani-teofani. Teofani adalah suatu
wujud penglihatan tentang Elohim yang tidak tampak. Musa melihat suatu semak
yang terbakar tapi tidak musnah. Anak-anak Israel melihat tiang
awan. Teofani-teofani ini masih mempertahankan suatu selubung pada wajah Elohim.
Dalam Surat Rasul Pertama Yohanes, rasul itu menulis,
“Lihatlah,
betapa besarnya kasih yang telah Bapa anugerahkan kepada kita sehingga kita
disebut anak-anak Elohim, karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia
tidak mengenal Dia.Hai yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Elohim,
dan belum dinyatakan kita akan menjadi apa.Tetapi kita tahu, bahwa apabila Dia
telah dinyatakan, kita akan menjadi serupa dengan Dia, karena kita akan melihat
Dia sebagaimana Dia ada.”( 1 Yohanes 3:1-2 )
Yohanes memperkenalkan penglihatannya yang
membahagiakan. Dia menyatakan kekagumannya yang mendalam bahwa kita akan disebut
anak-anak Elohim. Sifat kasih yang penting itulah yang menggerakkan Bapa
menyebut kita anak-anak-Nya. Kita sebenarnya tidak cukup berharga untuk
mendapat sebutan seperti itu. Dasar-dasar untuk itu tidak dijumpai sedikitpun
pada diri kita. Satu-satunya alasan yang memungkinkan kita disebut sebagai
anak-anak Elohim semata-mata hanya karena kasih Elohim.
Yohanes selanjutnya mengakui bahwa kita belum
tahu seperti apa bentuk kita nanti. Kaca masih gelap. Masa depan masih diliputi
awan. Tetapi satu hal kita tahu pasti, bahwa kelak “kita akan serupa dengan Dia”.
Ironis bahwa sebagai mahluk-mahluk Elohim kita
diciptakan sesuai dengan gambar-Nya. Maksud ciptaan Elohim terhadap manusia
adalah agar kita menjadi cermin dan memantulkan sifat mendalam Elohim. Tapi,
dalam kenyataanya kita jatuh ke dalam dosa. Gambaran Elohim itu telah di nodai.
Sebagai gambar Elohim kita menjadi gambar yang membohongi. Gambar itu dirusak.
Tidak ada lagi yang lebih khas tentang manusia selain bahwa kita berbuat dosa.
Dalam dosa kita memperlihatkan persis apa yang tidak dikehendaki Elohim. Kalau
dosa secara bersama hilang dari kita maka kita akan menjadi gambar otentik Elohim
kita. Kita akan serupa dengan Dia.
Yohanes tidak mengatakan pada kita urutan
persis peristiwa-peristiwa itu. Apakah mula-mula kita dimurnikan agar
memungkinkan melihat Elohim, ataukah penglihatan tentang Elohim yang tidak
terselubung akan merupakan pengalaman yang langsung memurnikan kita ? Saya
tidak tahu pasti, mana yang duluan. Tapi, saya menduga yang pertamalah yang
terjadi. Janji Yeshua dalam kotbah di atas bukit adalah “ Berbahagialah orang yang suci di dalam hati,
karena mereka akan melihat Elohim” (Mat 5:8).
Prasyarat mutlak untuk melihat wajah Elohim
adalah pemurnian hati. Masalahnya bukan pada kedua mata kita, tapi pada hati
kita. Hanya kalau kita dimuliakan di sorga maka kita layak untuk melihat Elohim.
Karena itu, saya berpendapat bahwa sebelum kita “melihat Dia sebagaimana Dia”
maka sisa-sisa pengotoran harus dibersihkan sama sekali dari hati kita.
Melihat wajah Elohim adalah pengharapan
terakhir bagi orang-orang Kristen Messianic. Kalau kita melihat wajah Elohim,
maka semua kenangan kepahitan dan penderitaan akan lenyap. Jiwa kita akan
disembuhkan.
Elohim akan meletakkan nama-Nya di dahi kita.
Bilangan anti HaMashiakh tidak akan ada disana. Kita akan ditandai dengan
sebuah nama yang tidak terhapuskan, yang akan mengidentifikasikan kita untuk selamanya
sebagai anak-anak Elohim.
“Dan
malam tidak akan ada disana, dan mereka tidak mempunyai kebutuhan akan lampu
dan sinar matahari, karena YaHWeH, Elohim, menerangi mereka dan mereka akan
memerintah untuk selama-lamanya.Dan Dia berkata kepadaku, “Perkataan-perkataan
ini dapat dipercaya dan benar”.Dan YaHWeH, Elohim para nabi yang kudus, telah
mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada para hamba-Nya apa yang
seharusnya terjadi dengan secepatnya” ( Wahyu 22:5-6)
Kata-kata ini merupakan puncak penglihatan
Yohanes ke dalam kamar-kamar rahasia sorga (shamayim). Sekali lagi dia
menekankan lenyapnya semua kegelapan. Elohim akan memandikan umat-Nya dalam
cahaya untuk selamanya. Mereka yang merupakan milik-Nya akan menerima warisan
penuh mereka. Mereka akan mendengar Dia mengatakan : “ Mari, yang Kukasihi, warisi kerajaan yang sudah disediakan bagimu
dari sejak awal “.
Janji ini merupakan suatu janji yang
menghilangkan semua keraguan tentang rasa sakit dan penderitaan kita sekarang.
Janji inilah yang memberikan perbandingan bahwa penderitaan-penderitaan yang
kita alami dalam kehidupan ini tidak ada artinya jika kita bandingkan dengan
kemuliaan yang disediakan Elohim bagi kita di shamayim. Janji inilah yang
dimeteraikan oleh sumpah Ilahi bahwa penderitaan kita tidak akan sia-sia.
Hallelu-Yah
Amen
Komentar
Posting Komentar