Roh Kudus Menamakan Baptisan Itu Permandian Kelahiran Kembali
“Bukan atas dasar perbuatan-perbuatan yang ada dalam kebenaran yang telah kita lakukan, melainkan berdasarkan rahmat-Nya, Dia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan Roh Kudus, yang telah Dia curahkan atas kita dengan limpah melalui YESHUA HaMashiakh Juruselamat kita”( Titus 3:5-6)
Kata Baptisan berasal
dari kata Yunani, yaitu bapto, atau baptizo yang
memiliki arti membersihkan atau membenamkan atau mencelupkan yang artinya :
1.
to
dip : mandi, masuk
ke dalam air,mencedok air
2.
immerce : membenamkan, mencelupkan
3.
to
cleance or purify by washing = membersihkan atau memurnikan melalui pembasuhan
Dari makna kata baptisan tersebut jelaslah
kepada kita bahwa pembersihan (a bath,washing,to cleance or purify by washing)
adalah makna yang penting dari sakramen baptisan.Sebagaimana tubuh kita pasti dibasuh secara
lahiriah oleh air yang biasa dipakai untuk menghilangkan kotoran tubuh,sepasti
itu pula kita telah dibasuh dengan "darah dan Roh-Nya" dari kecemaran
jiwa kita. Alkitab menggunakan istilah “baptis” baik
secara literal maupun secara figuratif. Sebagaimana yang dinyatakan dalam
makna kiasan (metafora) di dalam Kisah Rasul 1:5, dimana dinyatakan kelimpahan
dari anugerah yaitu Roh Kudus. Dan juga di dalam Lukas 12:50, dimana makna
baptisan disini menyatakan penderitaan HaMashiakh dalam kematian-Nya.
Sebaliknya di dalam
Perjanjian Baru, pada pihak lain akar kata dari asal mula kata baptisan
(etimologi baptisan) diambil kata baptizo, tidak
menuntut selam, misalnya pembaptisan Roh juga
digambarkan sebagai “pencurahan” (Kisah Rasul 2:33, bdk
Yesaya 36:25,26). Dalam istilah gerejawi, bagaimanapun juga, ketika istilah
baptis, baptisan digunakan tanpa kata yang bersyarat, adalah
bermaksud menunjuk kepada sakrament pembersihan yang mana olehnya jiwa
disucikan dari dosa dan pada saat yang sama air
tersebut dicurahkan (dituangkan) kepada tubuh. Banyak istilah lain
dari baptisan telah digunakan sebagai deskripsi sinonim untuk baptisan baik
di dalam Alkitab dan umat Kristen mula-mula seperti permandian
kelahiran kembali, pencerahan, tanda materai dari Elohim, air Elohim untuk hidup
yang kekal, dan sebagainya. Di dalam bahasa Inggris, istilah Kristen
adalah biasa digunakan untuk baptis. Maksudnya kata Kristen menunjuk hanya
kepada akibat dari baptisan, yaitu menjadikan seseorang menjadi umat Kristen.
Dibaptis “Dalam nama
Bapa” meneguhkan bahwa Elohim mengikat perjanjian keselamatan dengan kita dan
anak cucu kita turun-temurun,bahwa Elohim menjadi Bapa kita,dan kita menjadi
anak-anak-Nya serta sebagai ahli waris kerajaan-Nya.
Dibaptis “Dalam nama
Anak” meneguhkan bahwa kita telah dipersatukan di dalam kematian dan
kebangkitan HaMashiakh serta mengalami pengampunan dosa dan hidup baru yang
kekal.
Dibaptis “Dalam nama
Roh Kudus” meneguhkan bahwa Roh Kudus berdiam di dalam diri kita dan memenuhi
kita dengan karunia-karunia-Nya yang ajaib.Bahwa Roh Kudus juga membimbing dan
menolong kita agar selalu hidup di dalam kebenaran,taat dan setia pada firman
Tuhan dan berani bersaksi tentang HaMashiakh, serta melayani sesama.
Apakah berkat dan
anugerah yang kita terima melalui baptisan (permandian lahiriah) yang dilaksanakan
di dalam nama Elohim Tritunggal ( Bapa dan Anak dan Roh Kudus ) ?
Jawab : Alkitab menyaksikan dan memberitahukan kepada kita bahwa
baptisan yang kita terima adalah materai,tanda,jaminan yang diberikan oleh
Tuhan YaHWeH terhadap iman seseorang (materai kebenaran berdasarkan
iman) atas penebusan oleh Yeshua HaMashiakh bagi dirinya yang
disertai janji-janji Elohim.Baptisan adalah materai penegasan dari Elohim bahwa
kita telah turut mati dalam kematian HaMashiakh dan telah turut bangkit dalam
kebangkitan HaMashiakh ( Bdk Roma 6:1-11)
· “Demikian pula kamu, perhitungkanlah dirimu
sendiri sebagai yang benar-benar mati terhadap dosa, namun hidup bagi Elohim di
dalam HaMashiakh YESHUA Tuhan kita.” ( Roma 6:11 )
Berkat dan anugerah yang kita terima di dalam baptisan ialah
janji-janji Elohim, yaitu :
- 1. Kita dipersatukan dengan HaMashiakh ( di dalam kematian
dan kebangkitan-Nya )
- 2. Pengampunan semua dosa kita dari Elohim,berdasarkan
rahmat,karena darah HaMashiakh yang telah ditumpahkan-Nya bagi kita di
atas kayu salib.( Bdk Kisah Rasul 2:38-39,1 Petrus 3:21,Roma 6:3-4)
- 3. Penebusan Dosa oleh darah-Nya ( Bdk.Kolose 1:14,Efesus
1:7 )
- 4. Karunia Roh Kudus yaitu pembaruan oleh Roh Kudus serta
pengudusan oleh-Nya menjadi anggota tubuh HaMashiakh ( Bdk.Kisah Rasul 2
:38, Efesus 4 : 1-6, Titus 3 : 4- 6 )
- 5. Kelahiran kembali oleh Roh Kudus ( Bdk. Titus
3:4-6,Galatia 3 : 27 )
- 6. Kelepasan dari cengkraman Iblis dan kuasa kegelapan
(Bdk. Kolose 1:13-14 )
- 7. Kehidupan yang kekal ( Bdk Roma 8 :1-2 )
Apakah baptisan anak ( baptisan bayi itu ) syah dan valid
? Jawab : Ya, baptisan anak (baptisan bayi) itu syah,
valid dan 100 % alkitabiah, karena itu adalah perintah Elohim yang tertulis dalam
firman-Nya.Karena Tuhan YaHWeH, masih
memberikan tanda perjanjian-Nya kepada orang percaya dan anak-anak mereka (
Bdk. Kisah Rasul 2: 38-39 ),sama seperti sunat dalam Tanakh (Perjanjian Lama)
kepada anak orang Yahudi (umat Israel) dan diganti dengan baptisan bagi gereja
di seluruh dunia.
Roh Kudus menamakan baptisan
itu adalah permandian kelahiran
kembali ( Bdk. Titus 3 : 5 ).Di dalam Tanakh (Perjanjian
Lama), ada tiga tradisi yang dapat kita kaitkan dengan Baptis Air, yang pertama
adalah penahbisan Imam, yang kedua adalah pentahiran suku Lewi dan yang ketiga
adalah pentahiran orang sakit kusta. Mari kita pelajari tradisi itu satu
persatu.
Penahbisan Imam :
· “Dan haruslah engkau membawa Harun dan anak-anaknya
mendekat ke kemah pintu pertemuan dan engkau harus membasuh mereka
dengan air.” ( Keluaran 29:4 )
· “Dan haruslah
engkau mengambil minyak urapan dan menuangkan di kepalanya dan mengurapinya”.” (Keluaran 29:7)
· “ Dan haruslah engkau mengambil darah yang di atas
mezbah , dan dari minyak urapan,lalu
engkau harus memercikkan pada Harun
dan pada jubahnya, pada anak-anaknya dan pada jubah anak-anaknya yang bersamanya.Maka dia dan jubahnya, dan
dan anak-anak serta jubah anak-anaknya yang bersamanya, akan dikuduskan.”
(Keluaran 29:21)
Dalam Keluaran 29:4 kata “membasuh” diterjemahkan dari kata
“NAZAH” yang artinya memercik atau menyiram. Sedangkan dalam
Keluaran 29:7 kata “kautuang” diterjemahkan dari kata “YATZAQ”
sedangkan dalam Keluaran 29:21 kata “kaupercikkanlah” diterjemahkan dari kata
“NAZAH”
Pentahiran Orang Lewi
· “Ambillah orang-orang Lewi dari tengah-tengah bani Israel,
dan engkau harus menahirkan mereka.”( Bilangan 8:6)
· “ Dan haruslah engkau melakukan hal ini kepada
mereka untuk menahirkan mereka : percikkanlah pada mereka air dari
persembahan penghapus dosa. Dan haruslah pisau cukur melewati seluruh tubuh
mereka, dan haruslah mereka mencuci pakaian mereka serta menahirkan dirinya.”(Bilangan
8:7)
Dalam Bilangan 8:7 kembali yang digunakan adalah kata NAZAH, yang berarti “dipercikkan
atau disiramkan.”
Pentahiran Orang Sakit Kusta
· “Inilah torah bagi yang menderita kusta : Pada hari
penahirannya ,dia harus dibawa kepada imam”( Imamat 14:2 )
· “Dan dia harus memercikkannya
(darah burung) ke atas orang yang
menahirkan dirinya sendiri dari kusta
itu sebanyak tujuh kali, dan menyatakannya tahir. Dan dia harus melepaskan
burung yang masih hidup itu ke atas permukaan padang.”( Imamat 14:7)
· “Dan orang yang menahirkan dirinya itu harus mencuci
pakaiannya, dan mencukur seluruh rambutnya, dan mandi dengan air, dan dia pun tahir. Dan setelah itu, dia harus
masuk ke dalam perkemahan, dan tinggal di bagian luar kemah itu selama tujuh
hari.”(Imamat 14:8)
· “Dan dari darah
persembahan penebus salah itu, imam harus mengambil, dan imam haruslah mengoleskannya pada cuping
telinga kanan, dan pada ibu jari tangan kanan, dan pada ibu jari kaki
kanan yang menahirkan dirinya itu.”(
Imamat 14:14 )
· “Dan dengan sisa minyak yang ditelapak tangannya itu,
imam harus mengolesi orang yang
menahirkan dirinya itu, pada cuping telinga kanan, dan pada ibu jari tangan
kanan, di atas darah persembahan penebus salah.”( Imamat 14:17)
· “Dan yang tersisa dari antara minyak yang ditelapak tangan imam itu, haruslah dia menaruhnya di atas kepala orang
yang menahirkan dirinya itu. Dan imam harus mengadakan penebusan baginya di
hadapan YaHWeH”.( Imamat 14:18 )
Dalam tradisi ini kita kembali melihat kisah Baptis dalam kitab Tanakh (Perjanjian
Lama), pertama orang itu dipercik atau disiram dengan air, lalu dioles dengan
darah dan terakhir disiram dengan minyak urapan, ketiganya dilakukan oleh Imam.
Setelah melalui ketiga hal itu maka orang tersebut pun tahir dan berdamai
dengan Elohim.
Yohanes pembaptis adalah anak
Imam Zakharia (Imam di Bait YaHWeH, Yerusalem ), itu berarti sejak kecil dia
dididik untuk menjadi seorang Imam pula. Sebagai seorang calon Imam mustahil
Yohanes Pembaptis tidak memahami ajaran dalam kitab Tanakh (Perjanjian Lama),
juga mustahil dia membaptis orang tanpa mengaitkannya dengan tradisi yang ada.
Demikianlah penjelasan penulis tentang hakekat,makna dan berkat dari baptisan
yang kita terima. Semoga artikel yang singkat ini dapat menjadi berkat bagi
kita semua.
HaKadosh Baruch Hu
Hallelu-Yah
Amen
Komentar
Posting Komentar